Adab Menyambut Kelahiran Bayi menurut Islam

Menyambut kelahiran bayi menurut islam  Mempunyai keturunan atau anak merupakan suatu anugerah dari Allah yang sangat luar biasa. Pada orang tua yang memiliki kasih sayang yang tidak terhingga dan jauh lebih besar daripada kasih sayang anak kepada orang tua walaupun ditambahkan dengan hartanya yang senilai gunugn emas.

Hal ini terbukti ketika anak lagi sakit, orang tua sanggup mengorbankan segalanya atau apa saja demi kesembuhan anaknya. Seorang bapak atau ibu dari sang anak bahkan sanggup tidak tidur semalaman, menggendong berjam-jam, dan rela kelaparan yang penting anaknya bisa makan dan kenyang. Itulah yang nikmat besar kepada sang anak.

Selain sebagai nikmat, anak merupakan amanah dari Allah yang dititipkan kepada orang tua. Sehingga  orang tua memiliki kewajiban dalam menjaga, merawat, dan mendidik anak dengan baik dan benar. Dan sebagai orang tua muslim sangat dituntut dalam memberikan pelajaran sesuai dengan tuntunan ajaran islam, seperti pemeberian akidah dini kepada anak yang baru keluar dari rahim sang ibu.

Menyambut kelahiran bayi menurut islam

kambing aqiqah anak laki - laki
Sumber: pixabay.com

Adab dalam menyambut kelahiran bayi sesuai ajaran islam harus dijalankan. Pemberian akidah kepada anak yang baru lahir seperti Mendengarkan lafadz Allah yaitu adzan, mendoakan bayi, mentahnik, memberikan nama bayi, aqiqah, dan menkhitannya. Semua ini adalah tanggung jawab yang memang harus dilaksanakan sebagai orang tua sebelum anak tersebut memasuki muallaf (berkewajiban menjalankan syariat islam).

Bagaimana langkah-langkah menjalankan semuanya itu, berikut penjelasannya :

1. Mendengarkan Bacaan Adzan Kepada Bayi

Sumber: detik.com

Disaat anak baru lahir, langkah pertama yang diberikan dari orang tua sesuai sunnah yaitu mengumandangkan adzan pada telinga kanan. Seperti halnya yang diajarkan oleh Rasullullah sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu rafi’ bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Hasan diwaktu dilahirkan oleh Sitti Fatimah. (HR. Abu Daud & Turmudzi dan dishahihkan oleh kedua-duanya).

Pada hadits lain disebutkan juga bahwa Nabi bersabda :

“Barang siapa yang lahir anaknya kemudian dia adzan pada sebelah telinga kanan si bayi dan iqamah di telinga kirinya, maka bayi itu akan terhindar dari gangguan jin”

Dan diriwayatkan juga dari Ibn Abbas bahwa Nabi mengumandangkan adzan di telinga Hasan Ibn Ali disaat lahir, lalu Beliau juga iqamah di telinga kirinya. (HR. Baihaqi tapi sanad hadits ini dha’if).

Tujuan mendengarkan adzan kepada sang bayi yang baru lahir yaitu untuk memperkenalkan kalimat-kalimat tauhid atau nama Allah yang terkandung di dalamnya dari lafadz adzan. Dengan kalimat tauhid ini lah dalam menyambut kelahiran bayi sebaimana membacakan talkin atas orang yang meninggal dunia dengan kaliomat tauhid juga.

2. Mentahnik Bayi dengan Kurma

tahnik bayi
ebay-com

Mentahnik merupakan memberikan atau memasukan makanan manis atau kurma yang sudah dikunyah ke dalam mulut bayi dengan menyapu salah satu jari yang sudah ada rasa manis dari kurma dan pastikan si bayi merasakan manisnya dari kurma tersebut.

Dan mendoakan bayi agar menjadi anak yang shaleh atau shalehah dan menjadi anak yang baik serta bertaqwa kepada Allah. Karena memang sangat penting sekali dalam memberikan akidah dini kepada anak sesuai dengan ajaran Islam.

Tahnik ini merupakan amalan yang diajarkan Rasulullah kepada bayi yang baru lahir sebagaimana hadits dari Abu Musa dalam sebuah hadits shahih Beliau bersabda :
“Ketika anakku lahir, aku mendatangi Rasulullah SAW, Baginda memberinya nama Ibrahim kemudian men-tahnik-nya dengan kurma”

Dan ditambahkan hadits dari Bukhari : “Kemudian Nabi mendoakannya keberkatan dan memberikannya kepadaku, itulah anak sulung Abu Musa”

Serta Anas juga meriwayatkan : “Aku pergi bersama Abdullah ibn Abi Thalhah kepada Rasulullah, ketika ia (Abdullah ibn Abu Thalhah) baru lahir. Rasulullah bertanya “Apakah kamu ada tamar (kurma)? Saya menjawab “iya”. Kemudian aku memberi Rasulullah beberapa tamar lalu Beliau mentahniknya dengan membuka mulut si bayi dan memasukkannya. Kemudian Rasulullah bersabda : “Biji-bijiannya orang Anshar adalah kurma” kemudian Beliau memberinya nama Abdullah. (Muttafaq alaih dalam Nail al-Awthar jil. 5 hal. 136)

3. Memberikan Nama Bayi Di Hari Pertama Atau Hari Ke Tujuh Kelahiran

kambing aqiqah anak perempuan
Sumber: pixabay.com

Sunnah memberikan nama bayi yang baru lahir dengan nama yang baik dan terkandung makna islami yang baik sebab nama tersebut nanti akan dipanggil di akhirat kelak.

Memberikan nama kepada usahakan nama yang baik dan diperhatikan juga maknanya jadi tidak hanya mengikuti trend jaman saja. Dianjurkan untuk nama-nama dari nama malaikat, nama para nabi, nama para sahabat nabi. Dan dipastikan nama yang mudah dan ringkas agar selalu keliru dalam memanggilnya.

4. Mencukur rambut bayi

mencukur rambut bayi
johnsonsbaby.co.id

Sunnah dalam mencukur rambut bayi yang baru lahir yaitu tepatnya di hari ketujuh dari kelahirannya. hal ini dapat membersihkan kotoran pada kepala bayi semasa di dalam rahim ibundanya.

Rambut yang sudah dipotong dari kepala bayi kemudian ditimbang dan disedekahkan dengan emas seberat rambut tersebut kepada fakir miskin. Berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. yaitu :

“Bahawasanya Rasulullah SAW telah mengarahkan untuk mencukur rambut al-Hasan dan al-Husain pada hari ketujuh mereka, rambut mereka telah dicukur, lalu disedekah timbangannya dengan perak”.

Ada suatu perkara yang perlu diperhatikan dalam mencukur rambut yaitu larangan qaza’. Qaza’ itu artinya mencukur atau memendekan sebagian rambut dan membiarkan sebagian rambut lainnya panjang. contohnya model rambut punk.

5. Melaksanakan Aqiqah

syarat kambing aqiqah
Sumber: pixabay.com

Aqiqah merupakan suatu ibadah menyembelih hewan dalam rangka tanda rasa syukur kepada Allah atas bayi yang baru lahir. Hukumnya sendiri sunnah muakkat, bagi yang mampu boleh melaksanakn ibadah ini buat bayi. Untuk bayi laki-laki menyembelih 2 ekor kambing sedangkan bayi perempuan 1 ekor kambing.

Berdasarkan hadits Rasulullah bersabda sebagai berikut :

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) kerana kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”
(Sanadnya Hasan, Hadis Riwayat Abu Dawud)

Namun bilamana orang tua belum mampu untuk melakukan aqiqah dalam waktu terdekat maka bisa dilakukan sebelum anak ini memasuki aqil baligh.

6. Khitan

hukum aqiqah
Sumber: pixabay.com

Banyak faedah dari melakukan khitan/sunat dalam kesehatan baik untuk anak laki-laki atau perempuan. salah satunya mencegah serangan penyakit yang berhubungan dengan organ genital dan melindungi syahwat.

Berdasarkan hadits Nabi dan pandangan ulama mengenai usia yang cukup untuk khitan terhadap anak laki-laki. Ada beberapa ulama berpendapat khitan sebaiknya dilakukan semasa anak lelaki ini meningkat umur baligh.

Ada juga yang menganjurkan diawal kelahiran. Dari Saidatina menyebutkan :
“Sesungguhnya Nabi SAW telah mengkhatankan Hasan dan Husin pada hari ketujuh kelahiran mereka berdua.” (HR; Imam al-Baihaqi dan al-Hakim)

Bagi bayi perempuan, sebagian besar doktor berpendapat di awal umur bayi perempuan yang lebih lebih sesuai. Tapi sering kali, orang tua akan membawa bayi untuk disunatkan sesudah selesai tempoh berpantang.

Demikian pembahasan dalam menyambut kelahiran bayi menurut islam. Semoga bisa bermanfaat dan semoga kita tetap berada di jalan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Leave a Comment