Metode Pendidikan Anak dalam Islam Yang Baik dan benar

Pendidikan Anak Dalam Islam – Pendidikan anak merupakan perkara yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh setiap orang tua. Olehnya itu, dalam Al-Qur’an Allah telah mengingatkan setiap orang tua terkait pendidikan anak-anaknya. Dalam Al-Qur’an Allah mengangkat ksiah Luqman dalam mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh. Dalam surah tersebut Allah menyebut petuah-petuah Luqman yang merupakan bentuk pendidikan bagi anak-anaknya.

Rasulullah pun dalam berbagai sabdanya telah mengingatkan kita sebagai ummat islam agar memperhatikan pendidikan anak, dan Beliaupun telah menyampaikan berbagai macam cara yang baik dalam mendidik anak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Selain ucapan Rasulullah, beliau pun banyak memberikan contoh cara mendidik anak dalam perbuatan-perbuatan beliau.

Tanggung Jawab Pendidikan Anak Dalam Islam

pendidikan anak dalam islam
sumber: sijai.com

Pendidikan anak dalam islam ada satu hal yang mesti diketahui oleh seorang pendidik -baik orang tua maupun guru- yakni tanggung jawab mereka dihadapan Allah Azza Wajalla. Bagaimana dia mendidik anak-anaknya atau murid-muridnya, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah kelak.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا

يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (At-Tahrim)

Rasulullah juga telah mengingatkan kita tentang tanggung jawab yang nanti akan ditanyakan nanti di akhirat kelak. Rasulullah bersabda:

كلكم راع وكلكم مسئو ل عن رعيته

“Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban”.

Untuk itu, setiap orang tua, guru dan siapa saja yang terlibat dalam dunia pendidikan mengetahui akan tanggung jawab yang besar ini.

Ada beberapa hal kenapa pendidikan anak itu begitu penting diperhatikan dengan sebaik-baiknya.

1. Hakekat Kesuksesan Sejati

anak dalam islam
sumber: 500px.com

Seorang ibu, ayah, guru, dan siapa saja yang terjun di dunia pendidikan anak dalam islam, harus menanamkan pada anak yang dididiknya tentang apa itu kesuksesan sejati. Dalam islam, kesuksesan sejati bukanlah pada prestasi-prestasi duniawi, seperti harta, gelar, jabatan, dan penghargaan-penghargaan duniawi lainnya.

Kita mesti menamkan dalam jiwa anak-anak kita bahwa kesuksesan sejati ialah keberhasilan menggapai rahmat Allah dan menjauhi adzabnya. Semua aktifitas dunia, muaranya ke sana. Sehingga kita pun memandu dan mendidik anak-anak kita ke arah tersebut.

Seorang anak mesti dibimbing agar selalu manjaga akhlak, meperhatikan ibadah. Tidak melanggar ketentuan-ketentuan Allah dalam mengejar prestasi dunia, dan menjadikan prestasi yang ia peroleh sebagai jembatan untuk meraih ridho Allah.

Dalam hal ini, peran orang tua dan pendidik sangat besar. Karena pola pikir anak akan sangat dipengaruhi oleh orang-orang terdekat dari sang anak. Bila kita menanamkan nilai-nilai islami sejak kecil kepada anak, akan lebih mudah mengontrol prilaku dan pola pikirnya di masa-masa mendatang.

2. Tahapan dan Sifat

sholat anak
sumber: fotocomunity.com

Setelah menanamkan cita-cita yang benar untuk anak-anak, selanjutnya sang pendidik baik orang tua maupun para guru, mulai berusaha memahami anak-anak yang dididiknya.

Dalam hal ini, ada dua hal yang perlu kita perhatikan dalam pendidikan anak dalam islam:

Pertama: Amati sifat-sifat khasnya masing-masing.

pendidikan anak islam
sumber: fotocomunity.com

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Anak yang lahir dari ibu yang sama pun pasti memiliki sangat banyak perbedaan, baik cara dan kemampuan berpikirnya, perilakunya, dan sifat-sifat yang lainnya.

Seorang Ibu, bapak, atau pendidik harus berusaha memahami setiap anak-anaknya. Jangan paksakan satu anak agar meniru anak yang lain. Biarkan mereka berkreasi, namun tetap diarahkan agar tidak melanggar apa-apa yang dilarang oleh agama islam.

Misalnya dalam belajar, sektiap anak pasti punya cara belajar yag berbeda-beda. Jadi, jangan paksakan setiap anak belajar dengan satu metode yang sama. Atau ada anak yang senang dengan keterampilan tertentu, maka bantu dia dengan menyediakan fasilitas yang ia butuhkan.

Kedua: Memahami Tahapan Umur Anak

pendidikan anak
sumber: anak mengaji

Ini adalah bagian penting dalam pendidikan anak. Setiap ibu perlu memahami tapan usia anak-anaknya dan menyesuaikan pendidikan anak-anaknya dengan tahapan usianya.

Anak usia kecil tentu cara mendidiknya beda dengan cara mendidik anak yang sudah remaja. Masih banyak orang tua yang tidak memahami hal ini dengan benar, sehingga mereka mendidik anak-anak mereka sekedarnya saja, lalu mereka mengeluh kok anaknya sulit diarahkan, tidak mau mendengar.

Tahapan pertama, yakni sebelum melahirkannya atau saat dia masih dalam kandungan, atau biasa disebut alam arwah. Pada tahap ini, sang ibu mendidiknya dengan dirinya sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan, dan senantiasa menjaga hati dan juga badan agar selalu sehat dan bugar. Kebaikan-kebaikan yang dilakukan diharapkan dapat menular juga kepada buah hati yang ada dalam kandungan.

Menurut Ali Radiyallahu ‘anhu pendidikan anak dalam islam dapat dibagi menjadi tiga tahapan sesuai dengan usia anak.

1. Tahapan Beriman
mendidik anak menurut islam
sumber: ibitime.in

Pada Tahapan ini, Bunda mulai mengajak anak agar beriman, mengajarkan anak cara beribadah yang benar. Pada usia ini naluri anak masih sangat dominan, sehingga apa saja yang diajarkan oleh orang tua kepada sang anak akan sangat membekas dala hatinya. Sehingga bisa dikatakan bahwa tahapan ini merupakan bagian yang sangat penting dalam pendidikan anak. Umur anak pada tahapan ini dari sejak lahir sampai kira-kira tujuh tahun dalam mendidik anak secara islam.

2. Tahapan Penanaman Disiplin
mendidik anak secara islam
sumber: pinterest.com

Tahapan ini, mulai dari sekitar umur 7 tahun sampai 14 tahun. Pada umur ini, anak diajari adab-adab atau akhlak-akhlak yang baik. Pada usia ini, perhatian pada pendidikan kedisiplinan dan akhlak anak mesti benar-benar diperhatikan.

Apabila si anak tidak diperhatikan pendidikan akhlaknya pada usia ini, akan lebih sulit mengarahkannya pada usia selanjutnya. Saat berada pada usia ini, anak-anak mulai mencari jati diri mereka. Sehingga pendidikan, lingkungan, teman pergaulan anak harus benar-benar diperhatikan, namun bukan berarti kita mengekang sang anak.

3. Tahap kemitraan
anak saleh
sumber: ideas.org

Pada tahapan ini, anak-anak kita perlakukan sebagai sahabat. Tahapan ini mulai saat anak berusia 14 tahun ke atas. Pada tahapan ini, anak-anak kita berikan kebebasan dalam berkreasi dan melakukan apa yang mereka senangi selama hal itu tidak melanggar syari’at.

Dalam tahapan ini, kita tidak boleh mengekang si anak karena bisa jadi dia akan memberontak. Arahkan dia dengan nasehat-nasehat yang baik, sesekali minta pendapatnya, lalu beri masukan. Dengan itu, dia akan merasa dipedulikan dan dihargai, sehingga dia akan tetap mendengarkan nasehat-nasehat baik yang anda berikan.

Inilah tiga tahapan dalam mendidik anak dalam islam. Ketiga tahapan ini harus dipahami oleh setiap orang tua dan mengarahkan atau mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang sesuai dengan tahapan umurnya. Ketiga tahapan memiliki cara pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian dan pola pikir anak yang sehat. Demikianlah seharusnya kita memperlakukan anak-anak kita dengan pendekatan yang benar agar melahirkan anak-anak yang sholeh dan cerdas.

3. Metode Pendidikan Anak Menurut Islam

anak mengaji
sumber: nu.or.id

Dalam islam sendiri mengajarkan beberapa metode unk mendidk anak secara islami. Sehingga, anak pada nantinya akan tumbuh rasa kecintaannya kepada islam dan melakukan hal-hal sesuai syariat. Disamping itu, mendidik anak secara islami tidak akan memberikan manfaat ketika kecil saja. Namun, hasilnya akan dirasakan ketika anak anda telah tumbuh dewasa.

Orang tua mana yang tidak bangga ketika anakanya yang telah besar selalu taat dan berbakti kepada orang tuanya. Dengan terus melakukan pendidikan anak secara islami dari sejak kecil. Anak anda akan tumbuh dengan nilai-nilai keislaman yang tertanam didalan dada setiap anak anda.

Ada beberapa poin penditng yang perlu diperhatikan bagi setiap orang tua yang mengajarkan pendidikan anak secara ilam dalam setiap line dari kehidupan anak tersebut.

A. Tauhid

mendidik anak secara islami
sumber: guszen.com

Tauhid merupakan metode pertama dan utama dalam pendidikan anak secara islam. Dengan menanamkan tauhid sejak dini kepada anak akan menjadikan anak menjadikan Allah SWT. Sebagai satu-satunya tuhan yang harus disembah dan tidak ada sesembahan lain selain diriNya. Dengan penanam ini akan menjadikan sang anak selalu percaya kepada Allah dan menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran islam.

Tidak hanya itu, mendidik anak secara islam juga harus menyertakan rasa cintanya kepada Al-Qur’an sejak dini. Telah banyak studi kasus bahwa anak yang sejak kecil mulai dikenalkan kepada Al-Qu’ran dan menjadikan lingkungan anak menjadi lingkungan yang cinta Al-Qu’ran. Sang anak pun akan cinta kepada kitab Allah ini dan menjadikan jalan hidupnya seperti jalan yang telah dituntunkan dalam Al-qur’an.

B. Keteladanan

mendidik anak secara islam
sumber: ilmuagama.com

Memberikan teladan yang baik juga merupakan pendidikan anak secara islami yang wajib diketahui oleh setiap orang tua. Dengan menjadikan diri kita sebagai teladan untuk anak, akan menjadikan anak semakin senang dengan silam dan menjadikan mereka orang yang diteladani sebagai panutan untuk dicontoh dalam setiap kehidupannya.

Sering kita melihat anak kita yang tiba-tiba ingin pergi sholat kemasjid, atau mulai membuka lembaran Al-Qur’an, atau tidak mau makan karena ingin belajar puasa. Anak tidak akan secara sadar dan atas keingin dari pikirannya sendiri untuk melakukan hal demikian. Tetapi, ada sebab yang menyebabkan anak mulai melakukan tidakan demikian. Apakah mencontoh ayah ibunya, ataupun orang yang sering berjalan didepan rumahnya.

Dalam mendidik anak secara islam dengan baik adalah mengenalakan anak kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was allam. Begitu juga dengan para sahabat tabi’in maupun tabiu’tabi’in. Mulai memceritakan kisah nabi dengan segala perjuangan dan keteladanan para sahabat dalam mebela islam disamping mengajarkan kisah perjuangan sahabat lainnya. Akan menjadikan anak semakin berusaha untuk meneladani para tokoh dalam islam.

Tidak hanya itu, orang tua juga menjadi objek teladan anak yang pertama kali dilihat oleh anaka. Tidak hanya itu, orang tua pun harus menampakkan nilai-nilai keislaman dalam kesehariannya untuk menjadikan anak menjadikan orang tua sebagai panutan dalam pendidikan anak menurut islam selanjutnya.

C. Muamalah

pendidikan anak secara islami
sumber: muslim.com

Konsep muamalah juga sangat penting sebagai metode pembelajaran untuk anak dalam bingkai islam. Anak pun harus diajarkan berbagai cara dalam bermuamalah baik bermuamalah dengan Allah maupun bermamalah dengan sesama manusia.

Mendidik anak menurut anak secara islam dengan menggunakan metode muamalah ini akan menjadikan anak untuk berperilaku sopan dan santun baik untuk teman sebayanya maupun kepada ornag yang lebih tua darinya.

Tidak hanya itu.

Melihat kasus yang da dilapangan sekarang, ketika melihat anak yang baru berusia belasan tahun sudah mulai mengeluarkan kata-kata yang kasar baik untuk teman bermainnya maupun keluarganya. Sangat sakit ketika melihat anak-anak yang masih berusia emas ini mulai bermuamalah dengan hal-hal yang tidak pantas.

Untuk itulah, sang orang tua wajib mengajrkan muamalah sesuai tuntunan islam yang baik dan benar kepada sang anak. Dengan demikian, pendidikan kepada anak sangatlah wajib untuk dilaksanakn oleh setiap orang tua.

Dengan demikian, mulai mendidik anak secara islam sejak dini kepada sang anak akan menjadikan anak anda menjadi anak-anak yang dirindukan surga. Serta menjadi aset yang paling berharga bagi keluarga terutama orang tua ketika orang tua telah menginjak masa tua. Dan tidak ada yang akan diperlukan orang tua selain kasih sayang dari sang anaknya.

Mulailan mendidika anak anda secara islam sejak dini. Sehingga, anda tidak menyesal dikemudian hari.

Leave a Comment